1.Candi Borobudur
2. Malioboro
3. Gembira Loka Zoo
4. Raminten
5. Candi Prambanan
6. Pantai Parangtritis
7. Keraton Yogyakarta
- Lingkungan Alun alun utarasampai siti Hinggil utara
- Keben atau kemandungan utara
- Sri Manganti
- Pusat Kraton
- Kemagangan
- Kemandungan Kidul
- Alun alun selatan sampai siti hinggil selatan
Sedangkan secara tata ruang keraton di susun dengan pola kosentrik yakni :
- Lapisan luar, disini terdapat Alun alun utara dan selatan dengan masing masing antributnya. Alun alun utara dengan Masjid Agung, Pekapalan, Pagelaran dan pasar yang membentuk catur gatara tunggal. Alun – alun Selatan dengan Kandang Gajah kepatihan sebagai prasaranan birokrasi dan Benteng sebagai prasarana militer
- Lapisan kedua, Siti Hinggil merupakan halaman dengan pelataran yang ditinggikan. Ini juga terdapat di sisi utara dan selatan. Siti Hinggil utara ada bangsal witana dan bangsal manguntur tangkil tempat untuk mengadakan upacara kenegaraan, sedangkan siti hinggil selatan digunakan untuk melihat latihan keprajuritan. Bagian terakhir pada lapisan kedua ini adalah supit urang/pamengkang yaitu jalan yang melingkari Siti Hinggil.
- Lapisan ketiga berupa Pelataran Kemandhungan utara dan selatan. Ini merupakan ruang transisi menuju pusat. Pada pelataran kemandungan utara terdapat bangsal pancaniti sebagai tempat sultan melakukan pengadilan khusus perkara yang ditangani raja. Selain itu sebagai ruang tunggu abdi dalem untuk menghadap raja.
- Lapisan ke empat terdiri dari Pelataran Sri Manganti dengan bangsal Sri manganti sebagai ruang tunggu menghadap raja, dibagian ini juga terdapat bangsal trajumas di utara pelataran kemagangan dan bangsal kemagangan disisi selatannya.
- Lapisan akhir adalah merupakan pusatnya yakni terdapat pelataran kedhaton yang terdiri dari Tratag, Pendhopo, pringgitan dalem.
Sebagai penghubung antar pelataran dibatasi dengan benteng dan gerbang sehingga terdapat 9 gerbang pada 9 pelataran dan nama gerbang tersebut adalah Gerbang Pangurakan, Gerbang Brajanala, Gerbang Srimanganti, Gerbang Danapratapa, Gerbang Kemagangan, Gerbang Gadung Mlathi, Gerbang Kamandhungan, Gerbang Gadhing, dan Gerbang Tarub Agung.
8.Kaliurang
9. Pasar Beringharjo
10. Kampung Wijilan
Surga masakan khas dan masakan yang menjadi icon kota Yogyakarta” Gudeg Jogja” , bagi anda pecinta wisata kuliner inilah tempat yang harus anda kunjungi, kenikmatan khas gudeg jogja bisa anda temukan di rumah makan di kampung wijilan yang merupakan kampong sentra gudeg jogja ini. Tak lengkap liburan anda ke Yogyakarta jika tidak menikmati makanan khas yang sudah terkenal oleh wisatawan Mancanegara dan domestik ini. Gudeg Jogja berbahan dasar Gori atau nangka muda , yang dikukus sekitar 24 jam dalam suhu yang sangat panas untuk menguapkan kuahnya. Gudeg Jogja berbeda dengan Gudeg yang lain karena tidak berkuah, gudeg kering berwarna coklat tua kemerah- merahan dengan rasa yang manis dan gurih. Gudeg Jogja ini bisa anda nikmati dengan berbagai lauk, mulai dari daging ayam dan telur yang direbus dan dipindang hingga berwarna coklat,dipadu dengan rasa pedas yang didapat dari perpaduan tempe dan sambel krecek menjadikan gudeg ini mempunyai cita rasa pedas manis yang bisa membuat lidah anda bergoyang. Anda bisa menikmati gudeg ini dengan harga yang bervariasi mulai dari Rp.5.000 sampai puluhan ribu rupiah tergantung dari jenis lauk yang anda pilih. Bagi anda berminat untuk melihat proses pembuatan gudeg Jogja, dari beberapa warung yang ada di Kampung Wijilan memperbolehkan anda untuk melihat langsung proses pembuatan gudeg Jogja ini, jika anda penasaran dengan proses pembuatanya.
Jika Anda masih bingung mengenai lokasinya, berikut PETA LOKASI JOGJA, semoga membantu.. 